OPTIMALISASI PENGETAHUAN REMAJA TERKAIT MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI DI ERA DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.33480/abdimas.v8i4.8844Keywords:
knowledge, reproductive health, digital eraAbstract
Limited knowledge of reproductive health remains a concern among adolescents, particularly regarding the recognition of reproductive organs and related health conditions. Information from the 2024–2025 Indonesian Adolescent Reproductive Health Survey (SKRRI) indicates that adolescents’ understanding of reproductive health needs improvement. This community service initiative sought to boost female students' awareness of digital-era reproductive health. Educational counseling was delivered to female learners at Al-Rifa’e Modern High School, and their knowledge levels were evaluated using pre- and post-intervention questionnaires. The results were classified as good, adequate, or poor knowledge. Before the intervention, 17% of participants demonstrated good knowledge, 10% had adequate knowledge, and 73% were classified as having poor knowledge. Following the counseling session, the proportion of participants with good knowledge increased to 83%, while 17% demonstrated adequate knowledge. The results revealed that the proportion of participants with inadequate knowledge dropped to 0%, highlighting a significant improvement in their comprehension of the subject matter. reproductive health knowledge following the counseling activity. Health education may strengthen adolescents’ understanding of reproductive health and encourage informed decision-making in the digital era. Continued access to accurate, age-appropriate, and reliable reproductive health information is important to support adolescents in preventing reproductive health problems.
References
[1] T T. Mawardika, D. Indriani, and Liyanovitasari, “Peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang kesehatan reproduksi melalui pendidikan kesehatan berupa aplikasi layanan keperawatan kesehatan reproduksi remaja (Lawan Roma) di SMP wilayah kerja Puskesmas Bawen Kabupaten Semarang,” Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, vol. 8, no. 2, 2019.
[2] W. M. Sabarofek, A. R. Yesnath, M. Gurning, and I. A. Manoppo, “Tingkat pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi pada remaja: Literature review,” Jurnal Keperawatan Notokusumo, vol. 12, no. 1, pp. 1–9, 2024.
[3] A. D. Hutapea, R. M. Sihombing, P. S. Tahulending, and C. L. Rumerung, “Edukasi kesehatan reproduksi pada remaja,” Prosiding PKM-CSR, vol. 6, 2023, doi: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1949.
[4] E. F. Dungga and M. Ihsan, “Pendidikan kesehatan reproduksi pada remaja,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi: Pharmacare Society, vol. 2, no. 3, 2023.
[5] Z. A. Alaydasari, “Gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 2 Banguntapan,” Karya Tulis Ilmiah, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, 2024.
[6] H. Fitriana and P. Siswantara, “Pendidikan kesehatan reproduksi remaja di SMPN 52 Surabaya,” The Indonesian Journal of Public Health, vol. 13, no. 1, pp. 107–118, Jul. 2018, doi: 10.20473/ijph.vl13il.2018.107-118.
[7] N. S. Atik and E. Susilowati, “Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja pada siswa SMK Kabupaten Semarang,” Jurnal Ilmiah Kesehatan Ar-Rum Salatiga, vol. 5, no. 2, 2021.
[8] Z. Fatoni, Y. Astuti, S. Seftiani, A. Situmorang, Widayatun, and S. S. Purwaningsih, “Implementasi kebijakan kesehatan reproduksi di Indonesia: Sebelum dan sesudah reformasi,” Jurnal Kependudukan Indonesia, vol. 10, no. 1, pp. 65–74, 2015, doi: 10.14203/jki.v10i1.56.
[9] N. L. K. A. Arsani, N. N. M. Agustini, and I. K. I. Purnomo, “Peranan program PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) terhadap kesehatan reproduksi remaja di Kecamatan Buleleng,” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, vol. 2, no. 1, 2013, doi: 10.23887/jish-undiksha.v2i1.1289.
[10] I. M. Ayu, Nadiyah, D. Situngkir, and M. Nitami, “Program peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMK ‘X’ Tangerang Raya,” Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 3, no. 1, pp. 87–95, 2020.
[11] N. Azhari, Yusriani, and E. Kurnaesih, “Pengaruh edukasi melalui media leaflet terhadap pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi remaja,” Jurnal Riset Media Keperawatan, vol. 5, no. 1, pp. 38–43, 2023, doi: 10.51851/jrmk.v5i1.314.
[12] H. Hasanah, “Pemahaman kesehatan reproduksi bagi perempuan: Sebuah strategi mencegah berbagai resiko masalah reproduksi remaja,” Sawwa: Jurnal Studi Gender, vol. 11, no. 2, pp. 229–252, 2016, doi: 10.21580/sa.v11i2.1456.
[13] K. S. Ariyanti, M. D. Sariyani, and L. N. Utami, “Penyuluhan kesehatan reproduksi remaja untuk meningkatkan pengetahuan siswa di SMP Negeri 3 Selemadeg Timur,” Indonesian Journal of Community Empowerment, vol. 1, no. 2, Nov. 2019, doi: 10.35473/ijce.v1i2.312.
[14] A. Johariyah and T. Mariati, “Efektivitas penyuluhan kesehatan reproduksi remaja dengan pemberian modul terhadap perubahan pengetahuan remaja,” Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS. Dr. Soetomo, vol. 4, no. 1, pp. 38–46, 2018, doi: 10.29241/jmk.v4i1.100.
[15] N. Fatkhiyah, M. Masturoh, and D. Atmoko, “Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja,” Jurnal Abdimas Mahakam, vol. 4, no. 1, pp. 84–89, Jan. 2020, doi: 10.24903/jam.v4i1.776.
[16] S. Fatimah and K. Kardi, “Hubungan Kualitas Informasi Ibu Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Pengetahuan Menstruasi Pada Siswi SMPN 10 Mataram Tahun 2022,” Aspiration of Health Journal, vol. 1, no. 1, pp. 1–9, Feb. 2023, doi: 10.55681/aohj.v1i1.34.
[17] D. Permatasari and E. Suprayitno, “Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Remaja,” jurnalempathy com, pp. 1–5, Jul. 2021, doi: 10.37341/jurnalempathy.v0i0.46.
[18] Y. D. Kristianti and T. B. Widjayanti, “Hubungan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seksual beresiko pada remaja,” Jurnal Ilmiah Kesehatan, vol. 13, no. 2, pp. 245–253, 2021, doi: 10.37012/jik.v13i2.486.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Alfina Aisatus Saadah, Eka Wilda Faida, Diah Wijayanti Sutha, Titin Wahyuni, Lilis Masyfufah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri;
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.






