REVITALISASI TRADISI GEJOG LESUNG SEBAGAI BAGIAN DARI PEMBERDAYAAN BUDAYA MASYARAKAT DESA TUGU, CAWAS, KLATEN
DOI:
https://doi.org/10.33480/abdimas.v8i4.8889Keywords:
cultural revitalization, social media, Gejog Lesung, Tugu VillageAbstract
Digital media-based cultural revitalization is an important strategy for preserving local traditions. Gejog Lesung is a folk art originating from rice-pounding activities that embodies historical values and mutual cooperation. This community service activity aimed to promote Gejog Lesung in Tugu Village, Cawas Subdistrict, Klaten Regency, particularly among younger generations, through social media. The implementation comprised four stages: observation and needs assessment, data collection and documentation, promotional media production, and evaluation. Activities included field observations, interviews with tradition practitioners, photo and video documentation of rehearsals and festivals, and publication through Instagram, TikTok, and YouTube. Evaluation was conducted by monitoring views and audience interactions over approximately two months and reviewing the published content. The results showed that Instagram videos received 161 views and 12 likes, TikTok posts received 1,394 views, 25 likes, and one comment, while YouTube videos received 62 views, six likes, and one comment. These results indicate initial audience reach and engagement, with TikTok achieving the highest number of views. The promotional materials presented the significance of Gejog Lesung, rehearsal activities, and performances at the cultural festival. However, viewership and interaction metrics alone cannot establish increased public understanding or awareness. This activity produced digital documentation and promotional materials that can support the continuous promotion and preservation of Gejog Lesung.
References
[1] M. Poplawska, “SISTEM WARISAN BUDAYA TAKBENDA – TANTANGAN PELESTARIAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF LINTAS BUDAYA,” Keteg : Jurnal Pengetahuan, Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi, vol. 25, no. 2, pp. 158–180, Dec. 2025, doi: 10.33153/keteg.v25i2.7725.
[2] Koentjaningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, rev. ed., 9th printing. Jakarta, Indonesia: PT Rineka Cipta, 2009.
[3] E. Suharto, Membangun Masyarakat, Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung, Indonesia: Refika Aditama, 2005.
[4] S. A. A. Vanacova and E. A. Nugroho, “Peningkatan kreativitas anak melalui regenerasi seni Gejog Lesung di Dusun Kowang Puton, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul,” ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, vol. 3, no. 2, pp. 381–391, Jun. 2023, doi: 10.37304/enggang.v3i2.10034.
[5] R. Sumarno, “Gojeg Lesung: Pengembangan Seni Gejog Lesung Hasil Penyuluhan Seni Teater di Desa Sabdodadi, Bantul, Yogyakarta Rano Sumarno,” Jurnal Pengabdian Seni, vol. 2, no. 1, pp. 67–76, 2021, doi: 10.24821/jps.v2i1.5738.
[6] “Live streaming Festival Gejog Lesung Lapangan Desa Barepan Kec. Cawas Kab. Klaten,” YouTube. [Online]. Available: https://www.youtube.com/watch?v=TSl7ATKDiIs . [Accessed: Jul. 18, 2026].
[7] I. P. N. A. P. Yasa, N. K. I. D. Cahyani, I. P. A. M. P. P. Pratama, and N. M. D. Puspitawati, “Pemanfaatan media sosial dalam upaya promosi serta konservasi budaya lokal Nusantara,” Prosiding Pekan Ilmiah Pelajar (PILAR), vol. 4, pp. 179–189, 2024. [Online]. Available: https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/pilar/article/view/8696.
[8] J. P. Suharsono and D. Nurahman, “Pemanfaatan Youtube Sebagai Media Peningkatan Pelayanan Dan Informasi,” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, vol. 7, no. 1, 2024, [Online]. Available: https://jayapanguspress.penerbit.org/index.php/ganaya298
[9] M. I. Romadhan, F. Benedicta, A. Citra Paramita, and N. G. Ayuningrum, “Pendampingan Pelestarian Budaya Berbasis Media Sosial Pada Kelompok Seni Budaya Tradisional Saronen,” JCommdev, vol. 3, no. 3, pp. 69–79, 2022.
[10] S. Yansah, U. Pamulang, M. Solihin, and N. Cholis, “Narasi Digital dan Dialog Antargenerasi: Strategi Pelestarian Budaya Lokal di Era Media Sosial Exsan Adde,” 2025. [Online]. Available: https://journal.iaincurup.ac.id/index.php/jdk/index
[11] Y. R. Nanggur, I. E. I. Ndiki Satu, and M. F. Y. Belo, “Media Instagram Sebagai Alat Promosi Budaya Lokal Pemberdayaan Komunitas Dalam Mengangkat Warisan Budaya,” BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 6, no. 3, pp. 2908–2913, 2025, doi: 10.31949/jb.v6i3.14998.
[12] Aparajita Bhandari and Sara Bimo, “Why’s Everyone on TikTok Now? The Algorithmized Self and the Future of Self-Making on Social Media,” Social Media and Society, vol. 8, no. 1, Mar. 2022, doi: 10.1177/20563051221086241.
[13] A. S. P. Arif, M. Olivia, and R. Y. Prasanti, “Promosi budaya tari dan musik tradisional Indonesia melalui media TikTok,” in Prosiding Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial (SNIIS), vol. 2, pp. 1390–1402, Nov. 2023. [Online]. Available: https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/view/915.
[14] C. T. Theja and W. P. Sari, “Konten di media sosial sebagai sarana pelestarian kebudayaan pada Swara Gembira,” Koneksi, vol. 9, no. 2, pp. 497–504, Oct. 2025, doi: 10.24912/kn.v9i2.35467.
[15] D. Rosyada Mahmud, S. Arifin, and S. Wahyuni, “Integrasi nilai etnososial pertunjukan budaya dalam tradisi Bersih Desa untuk siswa sekolah dasar,” JIIP – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, vol. 9, no. 1, pp. 716–723, Jan. 2026, doi: 10.54371/jiip.v9i1.10343.
[16] M. M. Ibrahim, D. M. Rifad, E. Purwanto, C. Purnama, and R. A. Maulidan, “Budaya dalam Era Media Sosial: Studi pada Komunitas Tradisional di Indonesia,” Indonesian Culture and Religion Issues, vol. 2, no. 3, p. 13, Jun. 2025, doi: 10.47134/diksima.v2i3.213.
[17] G. H. Hervansyah, E. Purwanto, R. P. Pratama, N. B. Saputra, and R. Rifai, “Digitalisasi Tradisi Budaya melalui Platform Media Baru,” Interaction Communication Studies Journal, vol. 2, no. 2, p. 8, Jun. 2025, doi: 10.47134/interaction.v2i2.4283.
[18] I. P. M. L. Putra, N. W. Deriani, and N. P. N. Hendayanti, “Analisis pengaruh waktu posting terhadap viewers media sosial Instagram pada Rupbasan Kelas I Denpasar,” Seminar Hasil Penelitian Informatika dan Komputer (SPINTER), vol. 1, no. 2, pp. 960–965, Apr. 2024. [Online]. Available: https://spinter.stikom-bali.ac.id/index.php/spinter/article/view/511.
[19] L. Hakim and M. D. A. Lubis, “Program pengembangan masyarakat: Evaluasi efektivitas dan keberlanjutannya di era modern,” Jurnal Cahaya Mandalika, vol. 3, no. 3, pp. 2048–2055, 2024, doi: 10.36312/jcm.v3i3.3022.
[20] M. Farid and E. Farhah, “Pemanfaatan Algoritma Instagram dalam Meningkatkan Promosi ODTW Budaya (Studi Kasus di @KampungbudayaPijiWetan),” cakra wisata, vol. 22, no. 1, 2021. [Online]. Available: https://jurnal.uns.ac.id/cakra-wisata/article/view/50407.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jacinda Zahra Guswanto, Dwi Wijayanti, Tyas Latufa Sari, Muhammad Azis Saputra, Fadilah Nur Sugiyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri;
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.






