PENGUATAN PERAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA KESEHATAN IBU MELALUI INTEGRASI LAYANAN PRIMER : DETEKSI DINI DAN PENDAMPINGAN IBU HAMIL DI KOTA DEPOK
DOI:
https://doi.org/10.33480/abdimas.v8i4.8971Keywords:
early detection, maternal health, maternal assistance, Posyandu cadres, primary care integrationAbstract
Maternal health is an essential component of health development, as maternal conditions during pregnancy and the postpartum period affect maternal and infant well-being. Under the Integrated Primary Health Care (ILP) framework, maternal services require promotive, preventive, integrated, and continuous approaches involving community-based health networks. Posyandu cadres play a strategic role in connecting mothers and families with healthcare professionals and primary health centers. This community service activity aimed to strengthen cadres’ capacity to support maternal health services through education, early detection of pregnancy risks, maternal assistance, documentation, and referral coordination. The activity was conducted from July to August 2026 at Apel Posyandu, Pangkalan Jati Subdistrict, Depok City, involving 20 Posyandu cadres. A participatory approach was implemented through education, discussions, demonstrations, simulations, practical sessions, and field mentoring. Topics included antenatal care, mid-upper arm circumference and blood pressure measurements, pregnancy risk detection, birth preparedness, maternal danger signs, postpartum care, counseling, home visits, documentation, and referral coordination. Evaluation results showed an increase in the mean knowledge score from 61.5 to 84.3. The proportion of cadres with good knowledge also increased from 25% before training to 85% afterward. The greatest improvements were observed in counseling and safe childbirth. These findings indicate that training and mentoring can improve cadres’ readiness to support integrated and continuous community-based maternal health services. Further mentoring, supervision, proper documentation, and effective referral coordination are needed to ensure consistent implementation within the primary healthcare network.
References
[1] D. B. Tarigan and I. Dhamanti, “Quality Improvement for Maternal and Child Health in Primary Health Care: A Scoping Review,” J. Public Heal. Res. Community Heal. Dev., vol. 6, no. 2, pp. 144–152, Mar. 2023, doi: 10.20473/jphrecode.v6i2.34624.
[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/2015/2023 tentang. Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer, 2023.
[3] S. M. Salihi, H. Jusuf, and Y. Mokodompis, “Analisis Lingkup Pelayanan Klaster Ibu Dan Anak Dalam Penyelenggaraan Integrasi Pelayanan Primer Di Puskesmas Kabila,” J. Kolaboratif Sains, vol. 8, no. 1, pp. 216–223, 2025, doi: https://doi.org/10.56338/jks.v8i1.6676.
[4] S. Dhamayanti and Sugiyanto, “Evaluasi Kompetensi Kader Posyandu dalam Pelaksanaan Tata Kelola Integrasi Layanan Primer Binaan Puskesmas Ngemplak I Kabupaten Sleman,” J. Indones. Rural Reg. Gov., vol. 9, no. 1, pp. 107–121, Oct. 2025, doi: 10.47431/jirreg.v9i1.632.
[5] M. Randell et al., “‘Of’ the community but not ‘of’ the health system: Translating community health workers’ knowledge into credible advice in Aceh, Indonesia,” Discov. Heal. Syst., vol. 3, no. 1, p. 5, Feb. 2024, doi: 10.1007/s44250-024-00069-7.
[6] I. Zamzami, C. K. Jiu, L. Hastuti, and H. Haryanto, “Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Tugas Kader Posyandu Dalam Mendukung Integrasi Pelayanan Keehatan Primer di Puskesmas: Scoping Review,” J. Ners, vol. 10, no. 2, pp. 3227–3234, Feb. 2026, doi: 10.31004/jn.v10i2.54788.
[7] D. W. E. Dewi and S. I. Sandhi, “Efektifitas Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Implementasi Integrasi Layanan Primer,” J. Penelit. Perawat Prof., vol. 7, no. 6, pp. 199–206, Dec. 2025, doi: 10.37287/jppp.v7i6.845.
[8] M. A. Sultan et al., “Competency-based education and training for Community Health Workers: a scoping review,” BMC Health Serv. Res., vol. 25, no. 1, p. 263, Feb. 2025, doi: 10.1186/s12913-025-12217-7.
[9] S. Fitriani and S. Ediyono, “Urgensi Pelatihan dan Pembinaan bagi Kader Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai Bentuk Pemberdayaan Masyarakat,” J. Nurs. Public Heal., vol. 13, no. 2, pp. 205–212, Oct. 2025, doi: 10.37676/jnph.v13i2.10385.
[10] D. Ferdian et al., “Implementation of Home Visits by Cadres Through Multi-Party Collaboration in the Transformation of Primary Health Services,” Indones. J. Glob. Heal. Res., vol. 8, no. 2, pp. 421–430, Jan. 2026, doi: 10.37287/ijghr.v8i2.783.
[11] S. M. Sholikah, F. Nurwulansari, E. N. Aini, S. Wardoyo, and J. Juan Pramudita, “The role of continuity of care in high-risk pregnant women in Indonesia,” Eur. J. Midwifery, vol. 9, no. January, pp. 1–6, Jan. 2025, doi: 10.18332/ejm/195831.
[12] P. Afiatna, F. Wijayanti, N. Rohman, A., Widayanti, and I. Febriyana, “Pendampingan Optimalisasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) pada Kader Posyandu di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang,” Indones. J. Community Empower., vol. 7, no. 2, pp. 252–259, 2025, doi: https://doi.org/10.35473/ijce.v7i2.4549.
[13] Z. Zulfita, N. Hesti, E. Iswandy, T. Kurniadi, and A. B. Amir, “Optimalisasi Peran dan Keterampilan Kader Posyandu melalui Integrasi Layanan (Primer, Komplementer, dan Digitalisasi) untuk Meningkatkan Kesehatan Sepanjang Daur Kehidupan,” J. Pustaka Mitra (Pusat Akses Kaji. Mengabdi Terhadap Masyarakat), vol. 5, no. 5, pp. 335–340, Sep. 2025, doi: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1296.
[14] N. Wongcharoen et al., “Effects of Experiential Learning Program of Community Health Workers on Health Literacy and Preventive Behaviors of Emerging Infectious Diseases and Re-Emerging Infectious Diseases of Respiratory System,” J. Prim. Care Community Health, vol. 15, Jan. 2024, doi: 10.1177/21501319231217904.
[15] J. Darwanty, A. Fariji, A. Mardianti, H. Sugiri, and H. Murni, “Sensitivity and Specificity of Blood Pressure and Weight Gain in Pregnant Women to The Incidence of Preeclampsia,” Media Penelit. dan Pengemb. Kesehat., vol. 35, no. 4, pp. 1618–1626, Dec. 2025, doi: 10.34011/jmp2k.v35i4.4268.
[16] M. A. Nabila, E. Mulyani, R. Esty S, and S. Mudlikah, “Pengaruh Pendampingan Gizi Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Ukuran Lingkar Lengan Atas pada Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis,” Al-Insyirah Midwifery J. Ilmu Kebidanan (Journal Midwifery Sci., vol. 13, no. 1, pp. 71–77, Apr. 2024, doi: 10.35328/kebidanan.v13i1.2620.
[17] C. H. Kurniati, “Pemberdayaan Ibu Hamil dan Kader Kesehatan dalam Pemanfaatan Buku KIA untuk Deteksi Dini Penyulit Persalinan,” Community Serv. Soc. Work Bull., vol. 1, no. 2, p. 45, Jan. 2022, doi: 10.31000/cswb.v1i2.5865.
[18] N. Ningsih, D. S. Hety, and F. E. Wari, “Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Kunjungan ANC Pada Ibu Hamil Trimester III,” Hosp. Majapahit (Jurnal Ilm. Kesehat. Politek. Kesehat. Majapahit Mojokerto), vol. 16, no. 1, pp. 1–6, Feb. 2024, doi: 10.55316/hm.v16i1.1009.
[19] S. Suprapti, D. I. Setyarini, and L. P. Wulandari, “Peningkatan Kompetensi Kader Terhadap Kemandirian Dalam Penatalaksanaan Perdarahan Dalam Kehamilan,” Malang J. Midwifery, vol. 4, no. 1, pp. 32–38, Apr. 2022, doi: 10.31290/majory.v4i1.3100.
[20] T. Siswati, Y. Olfah, J. Attawet, N. Nurhidayat, and L. Waris, “Assessing Posyandu Cadres’ Readiness in Implementing Integrated Primary Health Services In Yogyakarta, Indonesia,” J. Adm. Kesehat. Indones., vol. 13, no. 1, pp. 44–57, Jun. 2025, doi: 10.20473/jaki.v13i1.2025.44-57.
[21] S. N. Izzati, A. A. Perdana, W. Aryawati, and T. Adiwibowo, “Kesiapan Sumber Daya Manusia Dalam Integrasi Layanan Primer : Studi Kasus Posyandu Kenanga II,” J. Med. Malahayati, vol. 10, no. 1, pp. 074–087, Apr. 2026, doi: 10.33024/jmm.v10i1.22254.
[22] N. Indrayani, “Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pencatatan dan Pelaporan Berbasis Website di Posyandu Desa Tegaltirto,” J. Pengabdi. Masy. Kesehat., vol. 6, no. 2, pp. 80–87, Sep. 2020, doi: 10.33023/jpm.v6i2.548.
[23] Yulisindriyanti et al., “Kajian implementasi program integrasi layanan kesehatan primer di puskesmas Sokorejo Kota Pekalongan,” BEMAS J. Bermasyarakat, vol. 6, no. 2, pp. 362–369, Nov. 2025, doi: 10.37373/bemas.v6i2.1785.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Permatasari, Fathinah Ranggauni Hardy, Marina Ery Setiawati, Cahya Arbitera

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Dengan mengirimkan manuskrip ke Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan persetujuan dokumen khusus.
Hak Cipta :
Hak cipta atas artikel apa pun di Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons CC BY-NC.
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mempertahankan semua hak mereka atas karya yang diterbitkan, tak terbatas pada hak-hak yang diatur dalam laman ini.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri sebagai yang pertama kali mempublikasikan dengan lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional (CC BY-NC).
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini kedalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi kedalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri;
- Penulis menjamin bahwa artikel asli, ditulis oleh penulis yang disebutkan, belum pernah dipublikasikan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang secara eksklusif dipegang oleh penulis.
- Jika artikel dipersiapkan bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang mengirimkan naskah menjamin bahwa dia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis persyaratan kebijakan ini. Jurnal AbdiMas Nusa Mandiri tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis.






