Warning: Undefined array key "dateUploaded" in /app/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.php on line 244

Deprecated: urlencode(): Passing null to parameter #1 ($string) of type string is deprecated in /app/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.php on line 244

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /app/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.php:244) in /app/public_html/plugins/generic/citationStyleLanguage/CitationStyleLanguagePlugin.php on line 654

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /app/public_html/lib/pkp/classes/template/PKPTemplateManager.php:244) in /app/public_html/plugins/generic/citationStyleLanguage/CitationStyleLanguagePlugin.php on line 655
@article{ANALISIS SWOT UNTUK PENGEMBANGAN KAMPUNG ULOS HUTARAJA SEBAGAI PRODUK WISATA BUDAYA DI PANGURURAN, SAMOSIR_2026, volume={5}, url={https://ojs.nusamandiri.ac.id/index.php/jasdim/article/view/7360}, DOI={10.33480/jasdim.v5i1.7360}, abstractNote={ Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal dalam pengembangan produk Kampung Ulos Hutaraja sebagai desa wisata budaya di Kabupaten Samosir dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT. Kampung Ulos Hutaraja dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki potensi budaya yang khas melalui tradisi menenun ulos, keberadaan rumah adat Batak Toba, serta galeri ulos sebagai pusat promosi produk lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Dinas Pariwisata, ketua pengelola, pengelola galeri ulos, penenun masyarakat lokal, serta wisatawan domestik. Data dianalisis dengan mengidentifikasi faktor Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan utama meliputi keterbatasan modal, kurangnya regenerasi penenun muda, keterbatasan fasilitas, serta akses pasar yang masih terbatas. Sementara itu, peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain penggunaan media sosial, festival budaya, keterlibatan akademisi serta program pelatihan. Adapun ancaman yang dihadapi meliputi persaingan dengan produk tekstil modern, menurunnya minat generasi muda, serta keterbatasan dukungan dari pemerintah daerah. Implikasi temuan ini menegaskan bahwa strategi pengembangan produk ulos harus dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang serta meminimalkan kelemahan dan ancaman. Dengan demikian, pengembangan Kampung Ulos Hutaraja sebagai desa wisata budaya tidak hanya mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal, tetapi juga menjaga kelestarian budaya Batak Toba. }, number={1}, journal={Jurnal Pariwisata Bisnis Digital dan Manajemen}, year={2026}, month={May}, pages={18–27} }